Saturday, November 30, 2013
Impian?
Kecewa (lagi)
Peran yang harus aku mainkan saat ini merupakan peran baru, yang cukup aneh dan menyiksa bagiku. Namun, aku terus mencoba memainkan peranku dengan sekuat kemampuanku dan pengalamanku. Belajar dari pengalaman yang bukan hanya sekali terjadi dalam hidupku, mencoba melanjutkan skenario yang dibuatkan untukku. Belajar dari setiap kegagalan untuk memperbaiki peranku, berani mengejar keberhasilan sebuah kisah yang sudah dituliskan bagiku sebelum aku dilahirkan di dunia ini.
Sadar atau tidak sadar, memang di dunia peran ini dibutuhkan banyak warna. Terkadang ada duka, ada suka, ada sakit, ada sehat, ada jatuh, ada bangkit, ada kecewa, ada berpengharapan. Kalau tidak ada duka menyesakkan, maka kita tak tahu bagaimana rasanya suka, kalau kita tidak pernah jatuh kita tidak tahu bagaiman itu bangkit. Aku mau terus mencoba melanjutkan kisah hidupku ini, walau masih kecewa yang tak tahu kapan berkahir. Satu hal yang aku tahu dan percaya pasti akan ada akhirnya.
Wednesday, November 27, 2013
Aku mencari...
Saturday, November 16, 2013
Cemburu dan merindumu
Teman Baru
Terkadang hati ini penuh dengan sejuta semangat namun tiba-tiba bisa hati ini begitu getir dan hancur berpuing-puing. Ingin rasanya lari dan keluar jauh, seperti saat ini. Saat aku tak mau mengganggu mereka dengan cerita mereka. Karena aku sedang menampar diriku supaya aku sadar ini bukan mimpi. Aku harus hidup dengan kisahku dan mereka dengan kisah mereka. Maukah engkau menjadi teman baru yang setia padaku?
Wednesday, November 13, 2013
Dari Sabang sampai Merauke
Aku bersama satu orang teman lelaki dan seorang teman perempuan memulai perjalanan kami dari malam hari. Kami menggunakan jalur darat dari Medan menuju Aceh. Setelah 10 jam perjalanan, kami pun tiba pagi di Aceh langsung mencari sarapan di "Kedai Khopi" yang menjadi andalan di kota tersebut. Siang selesai berbenah kami pun siap menyebrang ke pulau Weh dengan menggunakan kapal ferry. Kapal tersebut menempuh 2 jam perjalanan. Dan tentu saja kami tidak menyia-nyiakan moment di kapal itu dengan menikmati pemandangan alam yang mengagumkan, langit yang cerah, laut nan indah apalagi ketika kami bisa melihat lumba-lumba yang sedang berenang secara langsung. Foto-foto merekam semua yang telah kami saksikan bersama.
Setibanya di sana Pulau Weh kami langsung menuju monumen O KM, disanalah titik O KM Indonesia bagian barat. Kami tentu saja mengabadikannya dengan mengambil beberapa foto. Bukan saja di monumen, tapi bersama pemandangan laut yang berada di sekitar sana, pemandangan yang tak pernah ada di kota kami berangkat. Sebelum mahgrib kami pun menuju ke penginapan yang berada di daerah Iboih. Siti Rubiah namanya, penginapan yang terdiri dari dua lantai, dikemas ala-ala nature, dan berada tepat di depan laut itu yang utama. Malam itu pun kami menikmati makan malam, istirahat malam bersama suara deburan ombak, angin laut dan hati yang tenang.
Pagi disambut oleh mentari nan elok, pantai nan rupawan membuat jiwa ini terasa bahagia. Betapa aku bangga dan bersyukur ditempatkan di negeri yang kaya sumber daya alam ini. Tuhan menciptakan bumi pertiwi dengan begitu menakjubkan, tak berhenti hati ini mengucap syukur punya kesempatan menikmati semuanya. Setelah sarapan di dekat dermaga Iboih, kami pun segera meluncur dengan dua buah motor. Awalnya, memang kami bertiga dari Medan namun dari Aceh kami bersama teman kami yang sekaligus menjadi tour guide kami. Jadi, perjalanan dengan motor menjadi pilihan yang paling tepat.
Sepanjang jalan di Pulau Weh dengan ibukota Sabang ini, pemandangan laut biru terbentang luas bukanlah pemandangan yang tak biasa lagi. Lagu dari sabang sampai merauke pun tak bosan kami nyanyikan bersama teman yang memboncengku sepanjang perjalanan. Kami mengunjungi beberapa tempat yang ada di sana seperti Benteng Jepang dan beberapa pantai. Dan ternyata di sekitar sabang masih banyak lagi pulau-pulau indah yang juga layak disamperin. Karena kurangnya waktu dan lain hal, kami pun hanya bertekad suatu saat nanti kami akan kunjungi satu per satu. Lalu, kami segera bergegas kembali ke penginapan untuk mempersiapkan diri kami demi snorkeling.
Setelah lelah memandangidan merekam tingkah para habitat laut, kami pun istirahat di bawah pohon nyiur yang melambai sambil menikmati air kelapa muda. Apalagi, ada ayunan yang ditemani oleh semilir angin pantai. Sudah gelap, kami pun pulang dengan kapal yang ditumpangi oleh semua anggota keluarga pemilik kapal ke penginapan kami. Lalu, kami pun mandi dan makan malam dengan menu ikan bakar yang lezat. Kemudian, selesai makan malam kami kembali ke penginapan (tempat makan malam berbeda dengan penginapan). Sebelum sampai di penginapan kami pun berhenti sejenak di dermaga, memandangi laut dengan kerlipan hewan yang ada di laut-hewan yang bisa mengeluarkan cahaya. Tidak hanya laut, kami pun berbaring diatas kayu dermaga menghadap langit menyaksikan jutaan bintang. Kami melihat beberapa bintang jatuh dan menyaksikan bintang sedang menari bahagia. Hari yang sempurna pikirku, diatas laut dan suara ombaknya, di bawah langit sejuta bintang, ditemani hembusan angin pantai. Pagi yang ku awali dengan syukur dan malam ini pun ku akhiri dengan syukur tak henti kepada Sang Khalik. Sungguh, ciptaanNya membuatku terpesona.
Aceh, kami kembali di kota ini. Museum tsunami menjadi tujuan kami setibanya kami disana, mencoba menelusuri kejadian tsunami melalui setiap detail yang ditawarkan disana. Lalu, tak lupa kami membeli beberapa kaos, stiker dari pusat oleh-oleh khas Aceh yang bernama Mr.Piyoh-Piyoh. Makan siang, sedikit beres-beres kami pun kembali melanjutkan petualangan ke pantai Lampuuk yang tak jauh dari kota Banda Aceh. Pantainya luas sekali, ombaknya begitu memukau dan mengajakku meberanikan diri surfing tidur(berbaring telungkup di papan surfing dengan tali yang diikat di tangan). Pengalaman yang seru, aku diajari oleh abang-abang tukang sewain alat surfing dengan gratis. Hehehe.
Malam pun tiba, kami pun harus kembali ke dunia nyata, ke medan perang untuk segera mengais rupiah lagi. Setibanya pagi di Medan kami merasa baru bangun dari mimpi yang sangat bahagia dan damai. Namun, harus kami hadapi supaya bisa menabung kembali untuk melanjutkan petualangan. Masih banyak kekayaan alam di luar sana yang sedang menunggu kami. Dari sabang sampai merauke.
Malam larut
Tak mampu menamakannya
Aku tak mengerti
Aku tak tahu pada siapa aku mengadu
Untuk merasakan hanya aku yang mampu
Sampai kapan aku akan dikasihani?
Dimana aku harus luapkan?
Arah mana yang harus aku ikuti?
Kacau sampai tak tertahan
Aku kalut
Aku carut marut
Hanya aku..
Sunday, November 10, 2013
Dicari : Pahlawan Sejati
Saturday, November 9, 2013
Ku Tunggu Kau Balik ke Medan
Untukmu kedua sahabatku.
Friday, November 8, 2013
Malam ini (part I)
Hujan (part I)
Jl. Wahid Hasyim simp. Sei Bahorok No.29/96
Saturday, November 2, 2013
SAHABAT
Sesuatu yang tak terduga namun tak ternilai
Hari-hari menjadi bukti nyata
Enggan berjuang bukan milik kita
AKU (lagi)
Terlalu
15 Oktober 2013
14.55 WIB
Pelataran lantai 2 perpustakaan USU
Saturday, October 5, 2013
Aku kembali :)
Thursday, November 10, 2011
G A L A U
Akhir-akhir ini, kata “galau” sering sekali terngiang-ngiang di telinga pada anak zaman sekarang. Aku kurang tau kapan tepatnya kata ini mulai merasuki pergaulan anak zaman ini. Apalagi kalau kita mengikuti dunia jejaring sosial yang anak muda sekarang gandrungi akan penuhlah dengan istilah-istilah galau. Bahkan sampai muncullah istilah “galauer” (orang yang sedang galau).
Awalnya, aku pun bingung apa arti galau. Akhirnya aku pun menemukan pengertian galau yang diakui, aku menemukan artinya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang menyatakan kondisi yang sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran). Dan untuk kondisi yang tidak keruan aku lebih setuju, kondisi yang sangat-sangat bimbang, penuh khawatiran, penuh kebingungan, kondisi yang memang benar-benar sangat berkecamuk baik itu pikiran dan perasaan. Makanya banyak yang sedang berkecamuk dengan perasaan menyatakan dirinya seorang galauer.
Suatu kali, aku pernah melihat seorang yang sedang berusaha merangkai kalimat dari setiap huruf kata galau tersebut. Aku mengenang permainan kata-kata yang masa SMP sering ku lakukan ini. Setiap huruf dalam kata tersebut dijadikan awal kata baru yang akan disusun menjadi suatu kalimat bermakna. Mulai pikiranku menerawang, tanganku menari, dan alhasil aku menemukan suatu kalimat dari kata galau ini. God always listening always understanding.
Sering kali, ketika kita dalam masa-masa suram-bingung-galau ini kita hanya mengandalkan pikiran dan perasaan kita saja. Jelas sekali terlihat. Karena kondisi galau ini disebabkan oleh pikiran atau perasaan yang kita biarkan berkecamuk. Padahal seharusnya dalam masa galau sekalipun ada Tuhan yang selalu mendengar kita dan selalu mengerti dengan kita. Mengapa pada masa galau kita tidak datang dengan Tuhan? Mengapa kita lupa Dia Allah yang mendengar dan mengerti?
Galau sih boleh-boleh saja, tapi jadikanlah galau menjadi bagian langkah untuk pertumbuhan kita. Justru lagi galaulah seharusnya kita semakin datang dan berserah pada Dia, pada Allah yang mendengar dan mengerti. Selamat Bergalau.
Wednesday, November 9, 2011
Aku berharga dimataNya
Friday, November 4, 2011
LUKISAN YANG HANCUR…
Pelukis tersebut terpesona mengagumi lukisan 2 x 8 m yang dibuatnya tersebut. Tanpa sadar ia melangkah mundur beberapa langkah. Ia terus berjalan mundur sampai satu langkah lagi dari sisi gedung yang tinggi itu. Dan kini hanya satu langkah mundur lagi ia akan jatuh dan mati.Seorang pria yang telah melihat hal tersebut dari tadi pun ingin berteriak dan mengingatkan.Tetapi ia sadar bahwa apabila ia berteriak, mungkin ia akan mengagetkan si pelukis dan membuatnya mundur dan terjatuh. Pria tersebut pun bingung dan segera mencari cara bagaimana menyelamatkan pelukis tersebut.
Namun akhirnya pria tersebuat mengambil kuas dan mulai mengecat pada lukisan yang indah tersebut sampai rusak total.Setelah menyadari apa yang terjadi pada lukisannya, si pelukis sangat marah dan bergerak maju untuk segera memukul pria tersebut. Akan tetepi beberapa orang yang ada disekitarnnya, menahannya dan mengingatkan serta memperlihatkan kepada posisi terakhirnya yang hampir membuatnnya terjatuh.
Kadang-kadang kita juga melukis masa depan kita dengan begitu indah dan memimpikan hari-hari indah bersama dengan hal-hal yang kita senangi. Kita terus memikirkan dn merancangkan hal-hal yang baik mennurut kita. Namun disaat kita merasa apa yang kita lukis sangat indah kemudian terlihat Tuhan seakan-akan menghancurkan lukisan indah yang kita pikirkan.Padahal sebenarnya kita tidak sadar bahwa didekat kita ada sebuah bahaya dan saat Ia melihat bahaya datang pada kita Ia melukis kembali jalan yang harus kita lalui.
Mungkin saat kita tidak tahu akan bahaya yang dekat pada kita, kita marah dan jengkel akan apa yang Tuhan lakukan pada kita. Kita tidak sadar bahwa”Tuhan akan menyediakan yang terbaik untuk anak-anaknya, untuk kita.” Berarti, satu hal yang harus kita ingat dan kita pegang bahwa Dialah pencipta kita yang mengenal apa yang terbaik daripada diri kita sendiri.Dia tidak akan merncangkan hal-hal yang buruk bagi kita karena rancangan-Nya adalah rancangan damai sejahtera untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh dengan harapan (yeremia 29 : 11) dan kita umat-Nya akan diberi gandum serta madu yang terbaik ( mazmur 81 : 17). God never leave us.
Wednesday, October 26, 2011
Tidurlah Dengan Lampu Mati

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia. Ternyata tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, dan terkena sinar lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin. Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya. Sekali kita tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak kamu segera mendeteksi bahwa kita disinari lampu selama seharian dan produksi zat melatonin menurun. Bayangkan jika kita tidur berjam-jam dengan keadaan lampu menyala.
Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya anak-anak pengidap leukimia sebanyak dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal. Orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.
Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.


